Review Buku Biografi Mualaf Asal Korea

    Hai! di postingan ini, aku kembali membuat review buku yang baru aja diterbitkan di tahun 2020. Seperti pada postingan tentang review buku Kak Gita Savitri. Kali ini aku kembali membuat review buku biografi, tapi kali ini berasal dari seorang mualaf wanita asal Negeri Ginseng, Korea Selatan. Rata-rata pasti udah pada tahu kan yaa. Yap! Kak Ayana Jihye Moon atau yang akrab disebut Ayana Moon. Dalam buku ini ia menceritakan perjalanan hidupnya yang naik turun untuk menemukan ketenangan dalam hatinya. Yuk langsung disimak!


Identitas buku:

Judul: Ayana Journey to Islam
Penulis: Ayana Moon
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-06-3944-4
EISBN: 978-602-06-3945-1
Tahun terbit: 2020
Tebal buku: xix + 131 hlm

Sinopsis:

    Ayana lahir dari keluarga mapan dan begitu terpelajar di Korea. Sejak sekolah dasar, ia menjadi murid terpandai yang sangat kompetitif. Melalui kakeknya, ia pertama kali mendengar cerita tentang dunia Islam dan Timur Tengah. Cerita itu begitu menarik hatinya sehingga Ayana berusaha mencari tahu lebih jauh tentang Islam.
    Ketika mempelajari Islam, ia merasakan kedamaian yang selama ini tidak pernah ia rasakan sebagai remaja yang hidup penuh tuntutan. Ia pun memutuskan untuk menjadi mualaf. Keputusan besar ini mengejutkan keluarga dan teman-temannya. Saat Ayana ingin belajar lebih jauh tentang Islam di luar Korea, keluarganya memutus dukungan finansial. Ia pun harus bekerja di beberapa tempat sambil tetap sekolah untuk mewujudkan cita-citanya. Ayana akhirnya berhasil pergi ke Malaysia. Namun, keadaan begitu berbeda dari yang ia bayangkan. Ia hampir menyerah dan memutuskan akan kembali ke Korea. Sebelum pulang, Ayana sempat singgah di Indonesia, dan di negeri inilah hidup Ayana berubah.
    Ayana Journey to Islam kisah perjuangan seorang mualaf Korea yang menemukan makna cinta, arti keluarga, dan jalan hidup dalam Islam

Cerita singkat:
    Buku ini menceritakan tentang kisah sang penulis itu sendiri. Seorang mualaf asal Korea yang bernama lahir Jihye. Nama yang umum di Korea. Selanjutnya kisah Ayana kecil pun berjalan. Ia tumbuh menjadi seorang anak yang sangat pandai dalam bidang akademik. Selain itu ia juga punya ketertarikan di bidang politik karena bawaan dari keluarganya. Tidak hanya politik, Ayana kecil juga sudah tertarik pada hal-hal tentang Timur Tengah dan Islam yang diceritakan oleh kakeknya. Sejak saat itu, Ayana terus mencari tahu semua hal tentang Timur Tengah dan Islam dari berbagai sumber. Ia juga menceritakan tentang kehadiran adiknya dan perasaan yang dialaminya pada saat itu.


    Kisahnya terus berlanjut sampai ia duduk di bangku SMA dan akhirnya memutuskan untuk memeluk agama Islam. Dari situ juga ia mendapat nama baru, yaitu Ayana yang artinya sudah ia jelaskan dalam buku ini. Kehidupannya pun mulai berubah dari berbagai aspek. Terutama dari respon keluarga dan teman-temannya saat tahu bahwa ia masuk Islam. 


    Setelah lulus SMA, ia memutuskan mendalami pengetahuannya terhadap Islam dengan merantau ke Malaysia. Di sana tentu banyak sekali pengalaman dan pelajaran yang bisa ia ambil dengan melibatkan perasaan, pikiran, dan tenaga. Tentu tidak mudah bagi Ayana untuk tinggal seorang diri dan jauh dari keluarganya. 
    Di Malaysia setelah kira-kira satu tahun, ibunya datang untuk menjemputnya dan balik ke Korea karena Ayana merasa dirinya gagal. Tapi sebelum itu, ia memutuskan untuk mampir sebentar ke Indonesia untuk bertemu dengan teman-temannya yang ia temui di sosial media.

hlm. 88

    Dari kunjungannya ke Indonesia inilah ia mulai menemukan harapan baru yang akan mengubah hidupnya menjadi lebih baik. Ia diundang oleh sebuah stasiun TV untuk menjadi bintang tamu, ditawarkan menjadi brand ambassador sebuah produk kecantikan, dan lain-lain.
    Hubungan dengan keluarganya juga menjadi lebih akrab, terutama dengan adiknya. Bahkan yang lebih mengejutkan Ayana adalah saat adiknya juga memutuskan untuk masuk Islam seperti dirinya. Hal ini membuat hubungan mereka tidak hanya sebatas saudara kandung, tapi juga saudara seiman seperti yang ia jelaskan dalam buku ini.

Review:
    Cerita dari seorang Ayana sungguh sangat menginspirasi. Dimulai dari cerita keluarganya yang awalnya hidup berkecukupan, kepuutusannya untuk memeluk Islam sebagai agamanya yang tentu menuai pertentangan dari keluarganya, dan saat ia begitu berani merantau ke negara yang cukup jauh untuk memperdalam ilmu agama. Walaupun ia tidak menerima dukungan secara finansial dari keluarga. Tentu hal ini ia lalui dengan tidak mudah. Namun dengan pertolongan Allah semua terasa ringan


    Tidak hanya dari isi bukunya saja yang sangat menarik perhatian, tapi juga dari segi cover bukunya. Cover buku tersebut berwarna pastel dan desainnya yang sangat simple alias tidak berlebihan. Juga terdapat foto penulis di cover dan isi buku.

hlm. 126

    Buku ini sangat cocok untuk dibaca oleh siapapun. Terutama yang sedang butuh inspirasi, yang merasa dirinya sedang gagal, sedang berada di bawah roda kehidupan. Di sini sang penulis menunjukkan bahwa tentu kita tidak sendiri. Kita masih punya Tuhan yang selalu ada bersama kita, tinggal kita saja yang mau berdoa, yang mau meminta atau tidak.



    Sekian dari review buku kali ini, Tunggu postingan aku selanjutnya yaa. Hope you like it, and happy reading, guys!

Comments

  1. Masya Allah.. Kisahnya memang penuh perjuangan ya. Alhamdulillah, akhirnya dia memilih Islam sebagai tuntunan hidupnya. Semoga selalu istiqomah, termasuk kita yang sejak lahir sudah memeluk Islam :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin, bener banget, semoga dengan membaca buiku ini bisa menambah keimanan kita dan bisa menjadi inspirasi untuk terus berbuat baik ke depannya, terima kaish sudah berkunjung^^

      Delete
  2. saya jarang baca buku biografi tapi baca ulasan ini jadi kepo pengen baca

    ReplyDelete

Post a comment