[June Wrap Up Book] Bacaan Bulan Juni


            Hai! Ini pertama kalinya aku bikin wrap up book dan pertama kalinya juga aku baca buku sebanyak ini dalam sebulan! Yaa itung-itung mengisi waktu gabut selama #dirumahaja kann... Selain itu untuk tipe orang yang doyan di rumah kayak aku pas banget buat baca buku. Alasan lain karena masih banyak bukuku yang bersampul alias belinya udah lama tapi ngga pernah dibuka jadi kan sayang banget kalo dianggurin! Oiya, aku bahas buku-buku ini dengan sedikit review yaa. Cuss kita langsung bahas buku-bukunya.

1. Life in Flux –Elmo Wolfe


            Yang pertama berjudul “Life in Flux”. Novel ini bercerita tentang wanita bernama Lilu yang baru putus dari hubungan dengan pacarnya yang mereka jalin selama 2 tahun. Ia berusaha untuk melupakan kenangan bersama pacarnya itu dengan fokus untuk bekerja dan meningkatkan keahliannya dengan pindah divisi. Dari kepindahannya tersebut ia bertemu dengan seorang pria yang mulai sedikit ‘menculik’ perasaannya. Namun ada suatu rahasia yang dimiliki oleh laki-laki tersebut. Kisah yang berlatar tempat di Glasgow, Skotlandia ini bisa kamu lihat reviewnya di sini yaa.

2. Love in Auckland –Indah Hanaco


            Ini adalah novel series ‘Around The World with Love’ sebelumnya aku juga pernah membaca novel series lain berjudul “Love in Adelaide” yang inshaallah akan kubuat reviewnya (tungguin aja yaa). Buku ini bercerita tentang kisah dua orang bernama Kelly dan Duncan. Sesuai judulnya, mereka bertemu secara tidak sengaja di Auckland dengan tujuannya masing-masing. Sesampainya di Indonesia mereka bertemu lagi, lagi, dan lagi. Secuil perasaan mulai muncul di antara mereka. Namun ada sesuatu yang besar menghalanginya. Apakah itu? Bagaimana mereka menanggapi sesuatu yang besar tersebut? Bisa kalian lihat reviewnya di sini yaa.

3. Le Petit Prince –Antoine de Saint


“Le Petit Prince” menjadi novel ketiga sekaligus novel terjemahan pertama yang kubaca di Bulan Juni ini. Also this book is the thinnest i’ve read in this month. Iya, Cuma 120 halaman, tapi dengan bahasa yang cukup tinggi dan mengandung pesan yang dalam.

Penggambaran tokoh orang pertama yang bercerita tentang pengalamannya bertemu seorang anak kecil dengan rambut emas (sang tokoh utama menyebutnya pangeran cilik). Pangeran cilik tersebut tiba-tiba menghampiri sang tokoh utama dan minta digambarkan domba. Tokoh utama yang hanya bisa menggambar gajah dalam perut ular (ini dikira gambar sebuah topi oleh orang dewasa) hanya bisa menggambar seadanya (sebuah kotak yang katanya berisi domba) dan pangeran cilik itu pun percaya.

Selain itu buku ini juga bercerita tentang pangeran cilik dengan petualangannya mengunjungi banyak planet. Masing-masing planet punya penghuni dengan ceritanya masing-masing. Dengan banyaknya gambar dari tiap bab, menambah kesan menarik dalam buku ini. (psst... dengar-dengar (lebih ke ‘baca-baca’) gambarnya dibuat sendiri oleh penulis, loh!)

Awalnya aku baca buku ini agak bingung dengan bahasa dan maksud jalan ceritanya (mungkin karena ini buku terjemahan), tapi lama-kelamaan mulai mengerti bisa dibilang dengan ‘ikuti saja alurnya’. Karena bukunya tipis, jadi hanya butuh kurang lebih enam jam untuk baca buku ini. Fun fact nihh buku ini katanya sudah diterjemahkan ke Bahasa Sunda juga! Judulnya “Prabu Anom”

4. Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin –Tere Liye


            Seperti pada review yang pernah aku buat. Buku ini langsung buat aku nangis bahkan sebelum bagian puncak cerita. Kejadian saat sang ibu meninggal membuat pembacanya merasa iba. Seakan-akan para pembaca melihat langsung kejadian tersebut. Buku ini bercerita tentang perjalanan hidup (juga perjalanan cinta) seorang gadis kecil bernama Tania. Sejak berumur sekitar dua belas tahun Tania tumbuh di jalanan, menjadi pengamen bersama adiknya yang bernama Dede. Dari kejadian di metromini, ia bertemu ‘malaikat’ kecil bagi keluarganya. Kisah unik Tania pun dimulai. Karena ceritanya benar-benar menarik dan bukunya tergolong tipis, aku bisa menghabiskannya hanya dalam waktu sehari.

5. Pergi –Tere Liye


            Alasan aku membaca buku ini karena penasaran dengan lanjutan kisah Bujang dalam novel “Pulang”. Ibarat bumbu dalam masakan, cerita Bujang dalam penyerangan keluarga Tong kepada keluarga-keluarga lain menjadi ‘penguat rasa’ dalam buku ini. Tidak hanya cerita tentang keluarga-keluarga dalam shadow economy, di sini juga diceritakan tentang keluarga Bujang dengan kakak tirinya yang selama ini tidak diketahui Bujang. Namun apa maksud dari kata ‘Pergi’ dalam judul buku ini? 

6. Jakarta Sebelum Pagi –Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie


            Ini menjadi buku terlama yang kubaca di Bulan Juni. Bukan karena bukunya yang tebal, tapi karena cerita bagian awal yang terasa sulit kupahami. Setelah di bagian tengah cerita sudah paham kok maksud ceritanya gimana.

            Cerita singkatnya tentang seorang gadis bernama Emina yang selalu mendapat rangkaian bunga dan balon entah dari siapa. Ia menyebutnya dengan stalker. Seiring waktu berjalan, sosok stalker itu mulai diketahui yang ternyata adalah penghuni samping apartemennya sendiri. Tapi apa alasan sang stalker atau tetangga itu terus mengirim rangkaian bunga dan balon pada Emina? Alasannya bisa dilihat dari review ini.

7. Ayahku (Bukan) Pembohong


            Mungkin sudah banyak yang membaca novel ini. Seperti biasa, penulis sangat mahir dalam mengolah kata-kata, sehingga membuat pembaca terkesan. Buku ini bercerita tentang seorang anak bernama Dam yang menjadi penggemar berat nomor satu ayahnya. Ia selalu terinspirasi dari cerita-cerita ayahnya semasa muda. Cerita-cerita ayahnya itu membuat ia tumbuh menjadi sosok yang sangat membanggakan bagi kedua orangtuanya. Namun, semakin tumbuh besar, mulai tumbuh keraguan dari cerita-cerita ayahnya. Apakah cerita-cerita ayahnya bohong? Atau itu benar-benar terjadi?

8. Dia Adalah Kakakku –Tere Liye

            Seperti judulnya, buku ini berkisah tentang perjuangan seorang kakak yang rela melakukan apa saja untuk masa depan adik-adiknya. Ia sampai rela putus sekolah agar keempat adiknya bisa mendapat pendidikan yang lebih baik. Bahkan ia ikhlas berlari tengah malam diguyur hujan dari rumah ke Kampung Atas yang sangat jauh agar adiknya bisa sembuh, tidak peduli jika tulang kakinya sampai bergeser. Juga saat sang kakak hendak diterkam harimau paling ganas di hutan dekat rumah mereka. Cerita ini benar-benar menginspirasi, terutama bagi kakak-kakak yang membaca ini (termasuk aku)

           

            Ini diaaa kedelapan buku yang aku baca selama Bulan Juni. Mungkin menurut beberapa kalian ini masih terlalu sedikit. Tapi ini cukup untuk mengisi waktu gabut selama #dirumahaja. I hope i will read more books next month. See you guys!


Comments

  1. 1 bulan berhasil 8 buku?? wow keren bangetttt.... aku juga banyak banget buku yang masuk list baca tapi sampe sekarang yang terealisasi dikit banget :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih sudah mampiirr, ayoo semangat baca bukuuu daripada gabut kaan hehee

      Delete
  2. Kereen Mbak. Dari semua penulis yang direview. Hanya Tere Liye yang aku tahu. Haha..

    ReplyDelete
  3. Wahh! Baru nemu blogmu ini. Telat sekali 😂
    Btw keren sekali bisa baca sebanyak ini dalam 1 bulan!
    Bulan kemarin aku baru baca 1 bulu aja Norwegian Wood.
    Semoga bulan Juli bisa membaca lebih banyak lagi. Semangat untuk kita!

    ReplyDelete
    Replies
    1. haii! jadi penasaran juga sama Norwegian Wood
      terima kasih sudah mampir yaa
      semangat terus baca bukunyaaa!!!

      Delete
    2. Worth to read Norwegian Woodnya. Kapan-kapan cobain baca hihihi.
      Sama-sama. Semangat terus juga!! Salam kenal :D

      Delete
  4. Wah keren banget kak sukses trus ya

    ReplyDelete
  5. Wahh keren banget,semangat membaca yaa kamu kalau bisa punya buku sendiri yaa...

    ReplyDelete

Post a comment