Review Novel "Di Tanah Lada" karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

    Hai! Buat yang butuh bacaan yang menghibur, tapi tetap dapat pesan moral secara tersirat dari seorang tokoh anak perempuan berusia 6 tahun bisa banget, nih, baca novel yang satu ini. Yep! berjudul "Di Tanah Lada" dari penulis Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie. Tentu ceritanya nggak ngebosenin, bahkan sampe ngga sadar kalo ceritanya sudah habis saking serunya!. Gimana, sih cerita singkatnya? Yuk langsung aja baca selengkapnya di bawah ini!

source: goodreads

Identitas buku:

Judul: Di Tanah Lada
Penulis: Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN:978-602-031-896-7
Tahun terbit: 2015
Tebal buku: 244 hlm

Sinopsis:

    Namanya Salva. Panggilannya Ava. Namun papanya memanggil dia Saliva atau ludah karena menganggapnya tidak berguna. Ava sekeluarga pindah ke Rusun Nero setelah Kakek Kia meninggal. Kakek Kia, ayahnya Papa, pernah memberi Ava kamus sebagai hadiah ulang tahun yang ketiga. Sejak itu Ava menjadi anak yang pintar berbahasa Indonesia. Sayangnya, kebanyakan orang dewasa lebih menganggap penting anak yang pintar berbahasa Inggris. Setelah pindah ke Rusun Nero, Ava bertemu dengan anak laki-laki bernama P. Iya, namanya hanya terdiri dari satu huruf P. Dari pertemuan itulah, petualangan Ava dan P bermula hingga sampai pada akhir yang mengejutkan,

Cerita singkat:

    Ava, anak perempuan tunggal dari orangtuanya yang masing-masing memiliki perbedaan kepribadian. Papanya yang sangat tidak suka dengan Ava bahkan menyebutnya anak haram, sangat suka berjudi, dan main tangan. Mamanya yang sangaaat sayang pada Ava, sangat sabar dengan perilaku Papa Ava, dengan pertanyaan-pertanyaan Ava yang cukup banyak karena masih berumur enam tahun dengan rasa penasaran yang besar. Seperti yang sudah dijelaskan di sinopsis, setelah Kakek Kia meninggal, Ava dan orangtuanya pindah ke Rusun Nero. Rusun yang bisa dibilang jauh dari kata layak untuk dihuni. Papanya memilih di Rusun tersebut karena dekat dengan tempat judi.


    Saat itu Papa dan Mamanya sedang bertengkar dan menyuruh Ava untuk membeli makan di luar. Ava memutuskan membeli makan di warung yang tidak jauh dari rusunnya. Saat Ava sibuk memotong ayam yang mau dimakannya, ia didatangi seorang anak laki-laki yang kira-kira lebih tua sedikit dari Ava untuk membantu memotong ayamnya. Ternyata nama anak laki-laki itu adalah P. 
    Sejak saat itu pertemanan mereka terus berlanjut. Mereka sering jalan-jalan bersama, ke rumah Kak Suri (orang yang dekat dengan P), bertemu dengan Kak Alri, dengan pemilik rusun, dan lain-lain. Sampai mereka harus berpisah karena Mama Ava mengajak Ava untuk pindah ke rumah saudara mereka. Ava enggan untuk mengikuti mamanya karena pasti tidak akan bertemu dengan P lagi. Tapi ia juga tidak mau berada di Rusun Nero bersama papanya, hanya agar bisa bertemu dengan P. Apa yang akhirnya Ava lakukan? bagaimana dengan P dan rahasia besarnya? tentu ada dalam buku ini.

Review:

    Dari cerita petualangan Ava dan P dalam buku ini tentu sangat menghibur, mulai dari tingkah dan pemikiran Ava yang polos, sikap P yang cukup bijak, dan sikap tokoh-tokoh lain, yaitu Mama Ava, Kak Suri, dan Kak Alri yang sangat baik pada Ava dan P. Tidak hanya menghibur, cerita ini juga penuh dengan pesan moral:
- sikap dan perilaku orangtua yang sebaiknya dilakukan kepada anak-anak mereka
- tidak boleh berjudi karena akan merugikan diri sendiri dan orang lain
- tidak boleh bersikap egois atau mementingkan diri sendiri
- berusaha membahagiakan orang lain.
dan masih banyak lagi
"tidak ada yang bisa tahu apa yang kamu rasakan -sayang atau tidak- kalau kamu tidak mengatakan, atau menunjukkannya dengan benar"
    Arti di tanah lada bukan berarti cerita ini berlatar tempat di lapangan yang penuh dengan lada yaa, tapi sudah dijelaskan juga dalam buku ini (tetep aja kalian harus baca, wkwk). Satu hal lain yang unik dari Ava adalah ia selalu membawa kamus Bahasa Indonesia hadiah dari Kakek Kia kemana pun. Jadi, kalau ada kata yang dia nggak tahu artinya, dia langsung cari di kamus itu. Dia juga belajar buat bilang 'nggak' ke tiap orang karena biasanya dia selalu bilang 'tidak' (kedengarannya lebih formal gitu kan ya?) Oiya, aku baca buku ini versi digitalnya yaa, tepatnya di aplikasi Ipusnas yang bisa kalian lihat penjelasan lengkapnya di sini.


    Alasan baca buku ini karena sebelumnya aku pernah membaca buku karya Kak Ziggy yang lain, yaitu "Jakarta Sebelum Pagi" yang kalian juga bisa lihat reviewnya di sini. Btw, novel ini bisa dibaca untuk semua umur yaa
"yang lebih penting dari bertutur kata baik adalah bertutur kata dengan tepat"
    Kalau kalian mau lihat bintang untuk buku ini bisa klik goodreads aku di sidebar sebelah kanan yaa, cuss!

    Sekian review buku kali ini, hope you like it and happy reading guys!

Comments

  1. aku udah baca buku ini, kaget sama akhirnya :")

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai! bener bnaget, di luar dugaan endingnya, terimakasih sudah berkunjung^^

      Delete
  2. oke, aku akan download ipusnas apps :D

    ReplyDelete

Post a comment